Model Pelayanan Kesehatan Islami Diseminarkan di Takengon

TAKENGON-Banyak model sudah diterapkan dalam memberikan pelayanan kesehatan, lalu bagaimana dengan pelayanan kesehatan yang berbasis Islami, bukankah ini juga merupakan model universal yang dapat diterapkan?



Untuk mengkajinya lebih jauh diperlukan forum ilmiah dalam wujud seminar guna menguji berbagai masukkan dan pandangan model Islami yang akan diterapkan



Inilah yang dilakukan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Aceh Tengah bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Aceh Tengah untuk menyelenggarakan satu seminar bertemakan pengembangan model pelayanan kesehatan berbasis Islam di instansi kesehatan



Diikuti oleh 1440 peserta dari berbagai daerah di Provinsi Aceh, acara seminar yang berlangsung sabtu (23/1/16) di Gedung Olah Seni Takengon tersebut dibuka oleh Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM



Ketua PPNI Aceh Tengah, Winarno mengungkapkan pelaksanaan seminar ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang seiring dengan pelaksanaan syari'at Islam



"Melalui seminar diharapkan ada poin-poin rekomendasi yang dapat digunakan sebagai landasan untuk mengembangkan pelayanan kesehatan berbasis Islami," kata Winarno



Sementara Nasaruddin ketika membuka acara seminar mengatakan pelayanan berbasis Islam memang sudah seharusnya diterapkan oleh jajaran kesehatan, baik di rumah sakit umum maupun dibawah koordinasi Dinas Kesehatan



"Itulah sebabnya Aceh Tengah menempatkan penegakkan syariat Islam dalam segala bidang sebagai salah satu misi daerah," ujar Nasaruddin. Menurutnya pelayanan bidang kesehatan yang baik merupakan syarat bagi masyarakat yang makmur dan sejahtera



Nasaruddin menegaskan untuk menjalankan pelayanan Islami diperlukan komitmen seluruh tenaga medis untuk melakukannya



"Kesepakatan yang dihasilkan dari seminar nanti akan menjadi dasar ilmiah untuk menerapkan pelayanan kesehatan secara Islami, karena itu perlu komitmen bersama untuk melaksanakannya," demikian Nasaruddin.(REL)
Back To Top