Specialty Coffee Association of Europe Diajak ke Kebun Kopi

Mengagumkan! Itulah ungkapan yang keluar dari mulut Magda Katsoura, salah seorang yang tergabung dalam rombongan Specialty Coffee Association of Europe (SCAE) melihat secara langsung budidaya kopi Arabika Gayo di Kabupaten Aceh Tengah pada Rabu 18 Nopember 2015.

Ketika menyusuri jalan perkebunan rakyat diwilayah Kecamatan Bies dan Kecamatan Bebesen, wanita asal Italia ini terlihat begitu aktif memperhatikan setiap detail mulai dari batang, daun sampai buah kopi yang sedang memerah. Bahkan saat memetik biji kopi di sebuah pohon ia tampak berdecak kagum.

"Il miracolo!", ujarnya dalam bahasa Italia pertanda kekaguman yang amat dalam. "It's great to be here, seeing coffee plantation in the very cool and wonderful land", ungkapnya.

Magda tidak sendiri, ada 18 rekannya yang juga tergabung dalam SCAE. Mereka tampak begitu menikmati suasana kebun kopi yang menurut mereka luar biasa. Bahkan saat waktu berkunjung telah habis, mereka sepertinya enggan meninggalkan lokasi

Kunjungan delegasi SCAE ke dataran tinggi Gayo‎, merupakan balasan dari partisipasi Pemerintah Aceh tepatnya Badan Investasi dan Promosi Aceh, Pemkab Aceh Tengah dan Pemkab Bener ‎Meriah yang sebelumnya menghadiri undangan SCAE pada ekspo kopi dunia di Gothenburg Swedia pada medio Juni 2015 lalu

‎Menurut Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM merupakan peluang yang sangat baik bagi daerah penghasil kopi arabica tersebut untuk memperbesar ekspor langsung ke Eropa

"Eropa saat ini menjadi konsumen utama kopi khususnya arabica, beruntung sekali tim SCAE bisa berkunjung dan melihat langsung bagaimana budidaya kopi arabica Gayo langsung mulai ditingkat petani hingga eksportir," kata Nasaruddin

Diakui Nasaruddin bahwa selama ini ekspor kopi Gayo ke Eropa masih kecil‎, walaupun kopi Gayo‎ sudah banyak beredar di Eropa yang didapat dari Importir Amerika

"Selama ini mata rantai masih panjang, kedatangan SCAE kemari tentu akan membuka peluang untuk meningkatkan volume ekspor ke negara-negara Uni Eropa," demikian Nasaruddin.(Humas Aceh Tengah)

Back To Top