Praktisi Kopi Gayo: Harusnya SMK Bisa Kelola Industri Kopi

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Aceh Tengah seharusnya diarahkan sehingga mampu mengelola dan mengembangkan industri kopi. Terlebih Aceh Tengah saat ini bersama dengan Kabupaten Bener Meriah dan Gayo Lues menjadi kawasan terluas tanaman kopi arabica hingga mencapai lebih 100 ribu hektar.

Hal tersebut dikemukakan oleh Praktisi Kopi Gayo, Montazeri yang menilai pentingnya peran lembaga SMK untuk mengkaji dan mengaplikasikan industrialisasi kopi.

"Dataran tinggi Gayo ini lumbung kopi, sehingga sebagai daerah produsen banyak yang bisa diolah dari tanaman kopi," ungkap pria yang akrab disapa Zeri.

Ditambahkannya, seiring dengan berubahnya tren kopi menjadi gaya hidup, seharusnya dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk mengarahkan SMK dalam segala seluk beluk Kopi.

"Jangan lagi SMK cuma ikut kurikulum yang ada, misalnya untuk pelatihan menjahit, memasak dan keterampilan keterampilan umum lainnya. Ayo mulai dengan keterampilan pengolahan kopi pasca panen," imbuhnya.

Zeri yakin hal tersebut sangat mungkin dilakukan, pasalnya ada SMK yang mampu membeli mesin jahit maupun mesin lainnya dengan harga puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Nah, mengapa untuk membeli mesin roasting kopi, mesin grinder atau mesin pembuat kopi sulit? Menurut Zeri Ini menjadi tanda tanya yang butuh jawaban cepat, soalnya masih banyak nilai tambah dari industri kopi yang belum tergarap sepenuhnya.

Zeri mencontohkan, bagaimana siswa SMK dapat memanfaatkan mesin roasting dengan baik, hingga dimungkinkan mampu menciptakan mesin prosesing kopi yang lebih bermanfaat, bagaimana memuliakan biji kopi menjadi specialty, bagaimana membuat masker perawatan wajah dan kulit dari kopi, bagaimana membuat bahan triplek yang artistik dari kopi, serta banyak lagi yang bisa dimanfaatkan dari industri kopi.

"Ayo buka mata kita, jika semua elemen masyarakat sadar begitu dahsyatnya kopi Gayo, ini akan menjadi sumber ekonomi yang maha dahsyat," tandasnya.(MK)

Back To Top